I. Tujuan Konfigurasi
Agar siswa mampu memahami dan mengerti bagaimana cara mengkonfigurasi web server di ubuntu server.
II. Pengertian Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS
pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser
dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa
halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML. itulah
pengertian web server sebenarnya. dalam bentuk sederhana web server akan
mengirim data HTML kepada permintaan web Browser sehingga akan terlihat
seperti pada umumnya yaitu sebuah tampilan website.
III. Langkah Langkah
a. Pertama install terlebih dahulu apache server ( aplikasi web server ) dengan cara :
"apt-get install apache2"
b. Setelah terinstall selanjutnya pindah direktori ke /var/www dengan perintah :
"cd [spasi] /var/www"
c. Selanjutnya lihat apakah ada file index.html atau tidak dengan cara ketik :
"ls"
d. Jika sudah ada selanjutnya kita mengedit file tersebut dengan cara ketik :
"nano index.html"
e. Setelah itu ubah sesuka hati kalian dengan aturan kode HTML
f. Setelah di edit selajutnya save dengan cara takan CTRL+O, enter, CTRL+X
2. Cek pada Windows
a. Setelah itu ke START –> Lalu buka Browser
b. Lalu ketik pada address bar
contoh : http:// 180.180.180.32/
c. Setelah itu tekan enter lalu muncul seperti yang kita edit file index.html nya
Bahasa pemrograman adalah intruksi standar untuk memerintah komputer.
Tingkatan bahasa pemrograman :
● Bahasa mesin , contohnya biner
● Bahasa tingkat rendah , contohnya assambler
● Bahsa tingkat tinggi , contohnya bahasa c, pascal, dll.
Modul algoritma pemrograman :
Struktur perogram c++ terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu.
#include <iostream.h>
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
● Diawali void main () atau main () diikuti tanda buka kurung kurawa “{“
● Memberikan sebuah perintah
● Diakhiri tutup kurung kurawa “}”
PEMROGRAMAN C++
● Dapat dibuat dengan sembarang editor teks
● Program utama berektensi (cpp)
● Saat kompilasi program utama bersama dengan file heade (.h) akan diterjemah oleh compiler menjadi file obyek (obj)
● File tersebut bersama sama dengan file obyek lain dan file library
(lib) dikaitkan menjadi satu oleh linker , hasilnya adalah file (exe)
executable.
A. Fungsi main ()
● Ciri oop program c++ adalah fungsi/function
● C++ memiliki suatu fungsi yaitu main () merupakan awal program utama
● Main () merupakan nama fungsi , () disebut blok tubuh fungsi, {
merupakan tanda awal blok dan } tanda akhir blok ● Void bermakna bahwa
fungsi main () tidak mengembalikan nilai/value
Contoh :
#include<stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostrea,.h>
Void main () {
Cout<<“hello world”<<endl;
Cout<<“smk al-bahri 2”;
Getch () ;
}
B. Statement
● Setiap statement digunakan untuk mencetak tulisan pada layar
●C++ memiliki sifat yaitu case sensitive, artinya huruf besar/kecil dianggap beda
●Tanda<<endl; digunakan untuk pindah baris
●Getch untuk menggabungkan program
C. File header
●Iostream.h disebut file header
●File header digunakan agar perintah cout bisa dijalankan
●Untuk mengakses file header #include<file header>
●Program ini melibatkan lebih dari satu file header
●Perintah cout bisa digantikan dengan printf asalkan file header ditambahkan file header stdio.h
D. Menghapus layar
●Perintah clrscr (); digunakan untuk menghapus layar
●Perintah ini akan bisa dijalankan bila di tambahkan file header conio.h
Contoh :
#include<stdio.h>
#include <conio.h>
#include<iostream.h>
Void main () {
Clrscr ();
Cout<<“hello world.\n”;
}
Elemen Dasar – Next
Tipe data
Berikut ini tipe data yang ada di dalam c++
÷ Tipe data bil bulat :
●Char
●Int
●Short
● Long
÷ Tipe data bil real :
●Float
●Double
●Long double
Tipe data – next :
Selain itu terdapat juga tipe data unsigned
÷Tipe data bil bulat :
●Unsigned char
● Unsigned int
●Unsigned short
●Unsigned long
Perbedaanya tipe data unsigned dan yang bukan unsigned adalah tipe data
unsigned tidak mengenal bil negatif ( nilainya selalu positif ).
Deklarasi Variable
Deklarasi yaitu mengenalkan variable ke program dan menentukan tipe datanya.
Contoh :
Int jumlah;
Float harga_satuan,variable 1;
Char saya, kamu;
Nama variable tidak boleh di awali angka/simbol.
Assignment
Adalah proses pemberian nilai kepada suatu variable yang telah dideklarasikan.
Contoh assignment :
Jumlah=10;
Harga_satuan=23.456;
Saya=’B’
Kamu=’2’
VARIABEL GLOBAL,LOKAL DAN STATIC
○Variable global
Merupakan variable yang dapat digunakan atau dipanggil oleh semua fungsi .
Kriteria variable global :
●Variable didefinisikan diluar fungsi manapun sehingga dikenal oleh semua fungsi
●Variable eksternal mempunyai life time selama program dieksekusi
●Variable eksternal digunakan sesedikitnya mungkin atau bahkan tidak digunakan sama sekali
Contoh :
#include
#include
#include <
Int vglobal numerik=100;
Char ket [50]=”ini adalah variabel global”;
Main () {
Cout<<ket<<endl;
Cout<<“nilai variabel global : <<vglobal numerik;
Getch();
}
○Variable lokal
Adalah variable yang hanya dapat digunakan atau dipanggil dalam satu prosedur saja.
Sifat variable lokal :
●Hanya diciptakan saat fungsi dipanggil
●Saat fungsi dipanggil, variable otomatis akan dihapus
●Hanya dapat diakses dalam fungsi yang mendefenisikannya
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Main (){
Int nilai 1, nilai 2;
Float hasil;
Nilai 1=7;
Nilai 2=4;
Hasil= nilai1/nilai2;
Cout<<“hasil dari pembagian adalah: “<<hasil;
Getch();
}
○Variable statis
Sifat variable statis :
●Hanya dapat diakse pada fungsi yang mendefinisikan
●Tidak hilang setelah eksekusi berakhir
●Inisialisasi oleh pemrograman hanya dilakukan sekali saja selam
program dijalankan. Jika tidak ada inisialisasi secar eksplisit, maka
variable diisi dengan nilai nol.
contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
lontong ();
main() {
int=10;
lontong();
lontong();
lontong();
cout<<\n nilai n didalam main;”<<n<<endl;
getch();
}
lontong();
static int n ://deklarasi variabel statis n+=5;
cout<<“\n nilsi n di dalam fungsi () : “<<n;
}
Membuat rumus segitiga :
#include<stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostrea,.h>
Void main()
{
Float setengah, alas, tinggi;
Float luas;
Clrscr();
Cout<nilai alas=”28”;
Cout<nilai tinggi=”16”;
Setengah = 0,5;
Luas = 0,5*28*16;
Cout
Getch ();
}
PERCABANGAN
Percabangan adalah suatu pemilihan statemen yang akan dieksekusi
dimana pilihan tersebut didasarkan atas kondisi tertentu untuk
mengarahkan perjalanan suatu proses. Artinya statemen yang terdapat pada
suatu blok percabangan akan dieksekusi jika kondisi yang didefinisikan
terpenuhi (bernilai benar) tetapi jika kondisi tersebut tidak terpenuhi
(bernilai salah) maka statemen tersebut tidak akan dieksekusi atau
diabaikan oleh compiler.
Struktur IF
a. Struktur satu kondisi IF
Struktur ini merupakan struktur yang paling sederhana karena hanya
melibatkan satu buah ekspresi yang akan diperiksa. Jika kondisi salah,
tidak akan mengerjakan apapun didalam instruksi IF (langsung menuju ke
instruksi berikutnya).
contoh :
include<iostream.h>
#include<conio.h>
main(){
int nilai;
cout<<”Masukkan Nilai = ”; cin>>nilai;
if (nilai>0)
cout<<”Nilai yang anda inputkan bilangan positif”;
getch();} b. Struktur dua kondisi
Struktur percabangan jenis ini sedikit lebih kompleks bila
dibandingkan dengan struktur yang hanya memiliki satu buah kondisi.
Karena dalam struktur ini memiliki dua statemen yaitu statemen yang akan
dikerjakan jika kondisi bernilai benar atau terpenuhi dan statemen yang
akan dikerjakan jika kondisi tersebut bernilai salah atau tidak
terpenuhi.
contoh :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main(){
int nilai;
cout<<“Masukkan Nilai = “;cin>>nilai;
if (nilai % 2 == 0)
cout<<“Nilai yang anda inputkan adalah bilangan genap”;
else
cout<<“Nilai yang anda inputkan adalah bilangan ganjil”;
getch();}
c. Struktur tiga kondisi atau lebih
Percabangan jenis ini merupakan perluasan dari struktur percabangan
dengan satu dan dua kondisi. Karena dalam struktur ini memiliki lebih
dari dua statemen yaitu statemen.
Switch….case….default
Karakteristik switch-case adalah :
1. Perintah switch akan menyeleksi kondisi yang diberikan dan kemudian
membandingkan hasilnya dengan konstantakonstanta yang berada di case.
2. Pembandingan akan dimulai dari konstanta 1 sampai konstanta
terakhir._ Jika hasil dari kondisi sama dengan nilai konstanta tertentu,
misalnya konstanta 1, maka pernyataan 1 akan dijalankan sampai
ditemukan break.
3. Pernyataan break azan membawa proses keluar dari perintah switch.
Jika hasil dari kondisi tidak ada yang sama dengan konstanta-konstanta
yang diberikan, maka pernyataan pada default akan dijalankan.
contoh :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main() {
int a;
cout<<“Masukkan bilangan : “; cin >>a;
switch (a){
case 1 : cout<<“Hari ke “<<a<<” : Minggu”;
break;
case 2 : cout<<“Hari ke “<<a<<” : Senin”;
break;
case 3 : cout<<“Hari ke “<<a<<” : Selasa”;
break;
case 4 : cout<<“Hari ke “<<a<<” : Rabu”;
break;
case 5 : cout<<“Hari ke “<<a<<” : Kamis”;
break;
case 6 : cout<<“Hari ke “<<a<<” : Jum’at”;
break;
case 7 : cout<<“Hari ke “<<a<<” : Sabtu”;
break;
default :cout<<“Tidak terdapat hari ke “<<a;}
getch();}
GOTOXY
Pernyataan Goto digunakan untuk memindahkan tata letak atau koordinat kursor pada layar.GotoXY
Bentuk Penulisan :
GotoXY(kolom, baris)
Kolom digunakan untuk menentukan kolom pada layar yang akan ditempati kursor.
Baris digunakan untuk menentukan baris pada layar yang akan ditempati kursor.
Contoh Penggunaan Prosedur GotoXY:
Uses Crt;
Begin
ClrScr;
GotoXY(35, 12);
WriteLn(‘Hello World …’);
ReadLn;
End.
Hasil dari program diatas akan melakukan pencetakan Hello World pada posisi Kolom: 35 dan Baris: 12.
ARRAY
Secar singkat, array adalah suatu tipe data terstruktur yang berupa
sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang jumlahnya tetap dan
diberi suatu nama tertentu.
Deklarasi :
Tipe_data nama_var_array[ukuran];
Tipe data : menyatakan jenis tipe data elemen larik
Nama_var_array : menyatakan jenis nama variable
Ukuran : menunjukkan jumlah max elemen larik
Contoh :
Int nilai[6];
Inisialisasi :
menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array yang saat di definisikan.
Int nilai[6]= {8,7,5,6,4,3}
Pengaksesan:
Nama_var_array[indeks]
contoh pengisian langsung saat deklarasi:
#include<stdio.h>
main() {
int billy[]=16,2,77,40}
int n,result=0;
for (n=0;n<5;n++)
{
result + =billy [n];
prinf(“%d”,result);
}
STRUCT
Adalah data yang dapat menyimpan variabel-variabel dalam 1 nama.
Bentuk umum:
Typedef struct nama_struct{
Tipe_data <nama_var> ;
Tipe_data <nama_var> ;
…..
};
Deklarasi
Deklarasi 1 :
Typedef struct mahasiswa{
Char nim[8];
Char nama[50];
Float ipk;
};
Deklarasi 2 :
Struct {
Char nim[8];
Char nama[50];
Float ipk;
}mhs;
Contoh :
#include<stdio.h>
#include <iostream.h>
Main()
{
Struct orang
{
Char nama [40];
Short umur;
} saya ;
Prinf (“nama”);
Cin.getline(saya.nama,40);
Prinf(“umur:”);
Scanf(“%i&saya.umur);
Prinf(“%s berumur %i,saya.umur);
}
Array of struct
Deklarasi manual
Contoh:
#include<stdio.h>
Typedef struct mahasiswa {
Char nim [8]
Char nama [50];
Float ipk;
};
Main()
{
Mahasiswa a,b,c;
……
……….
……..
}
Array of struct
Contoh :
#include<stdio.h>
Typedef struct mahasiswa {
Char nim [8];
Char nama [50];
Float ipk;
};
Main ()
{
Mahasiswa mhs [3]
……
…..
……
}
artinya struct mahasiswa digunakan untuk 3 variabel mhs,yaitu mhs[0],mhs[1],dan mhs[2]
Berikut adalah setting pada PC server :
– Printer harus dipastikan sudah dipasang
– Turn off kan windows firewall agar tidak menghambat jaringan.
– Pada printer klik sharing
– Allow (Biarkan) Acces dari komputer client, agar semua komputer dapat menginstal printer tersebut.
– Jika semua pengaturan tersebut telah disimpan –> Klik OK
– Maka komputer sudah bisa disharing.
Selanjutnya, menginstal atau menambah printer pada client. Hal
pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kembali koneksi jaringan
dengan menghubungi Komputer server melalui CMD (Command Prompt). Dikotak hitam kecil itu kita bisa mengetik seperti yang dibawah ini:
– ipconfig (Maka akan muncul ip yang terpasang pada komputer kita.
– ping 192.168.1.1 (Contoh) masukan ip server client
– Jika sudah dibalas oleh server maka ketik exit untuk menutup command prompt
Kemudian :
– Klik Printer and Faxes
– Add Printer
– Pilih Connect to a network
– Masukkan \\server\
– Akan muncul login menuju server
– masukkan password
– Klik Next
– Untuk klik next yang pertama mungkin printer belum terdeteksi
– Tunggu beberapa saat
– Klik Next sekali lagi maka akan muncul device nya
– Klik finish
Untuk memastikan maka coba print dokumen apa saja, semua sudah terinstall maka printer siap digunakan semua komputer.
Jumper
Jumper pada sebuah komputer sebenarnya adalah connector (penghubung) sirkuit elektrik yang digunakan untuk menghubungkan atau memutus hubungan melakukan pada suatu sitkuit . Jumper juga digunakan untuk melakukan setting pada papan elektrik seperti motherboard komputer.
1. Jumper clear cmos
Jumper clear cmos digunakan bila komputer tidak bisa hidup akubat kita lakukan perubahan pada hardware , misalnya prosesor , tetapi karena cmos anda telah menyimpan setting pada komputer yang lama dan tidak mampu membaca prosesor yang baru saja anda gantikan maka jumper ini bisa anda gunakan .
2. Jumper bus clock/bus speed
Fungsinya untuk menyeting bus clock pada prosesor . Pada saat ini hampir bisa dibilang jumper ini jarang digunakan . Fungsi setting yang tadinya diatur oleh jumper sekarang sudah dibuat auto bisa disetting lewat bios .
3. Jumper bus ratio.
Jumper ini adalah ratio perkalian dari prosesor . Contoh prosesor pentium I 133 MHz dengan BUS/FSB 66 , maka rationya adalah 2x.
4. Jumper VGA
Jumper ini biasanya terdapat pada motherboard yang menyediakan vga onboard beserta slot vga sebagai tambahan . Terdiri dari 3 kaki/pin yang digunakan dan diganti dengan auto setting , sehingga vga akan memilih sendiri yang mana yang di pergunakan .
5. Jumper audio
Adalah jumper yang dipergunakan untuk mengaktifkan suara . Jumper ini biasanya terdiri dari 10 pin berjejer dengan pin nomer 8 kosong . Jika kita mengaktifkan audio di depan casing , maka otomatis soket audio di casing telah mengaktifkan audio ini tapi bila tidak , persiapakan lah sebuah jumper .